kotbahku
Rabu, 26 Oktober 2016
Blessed to be blessing
BLESSED TO BE BLESSING
Kejadian 22:18
“Oleh keturunanmulah semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”
Kata-kata “diberkati untuk menjadi berkat” bagi orang kristen terdengar tidak asing lagi karena kita sendiri juga sering mengucapkannya. Kata-kata ini sudah menjadi bagian dalam pelayanan yang merupakan moto atau slogan para hamba Tuhan, kalimat ini menunjuk pada, ” kita diberkati untuk menjadi berkat”.
Dengan pengertian bahwa sebelum kita diberkati maka kita tidak akan menjadi berkat. Jadi kalimat “Kita diberkati menjadi berkat” dapat kita sejajarkan dengan Kejadian 22:18, “Oleh keturunanmu, semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat…”, dimana saya menekankan kata “Oleh keturunanmu” (through your offspring) atau “melalui” dipakai/dianalogikan menjadi alat atau sarana berkat. Dengan kata lain kita bukan “berkat” tetapi kita hanya dipakai sebagai sarana berkat.
Semua orang pasti ingin diberkati, apalagi kalau yang memberkati adalah orang yang sangat berpengaruh. Kemungkinan hanya orang yang tidak “waras” yang tidak mau diberkati. Setiap orang, dengan tidak memandang latar belakang orang tersebut pasti hidupnya ingin diberkati. Sehingga hal berkat seringkali menjadi prioritas bagi orang Kristen. Jika ini terjadi/mungkin sudah terjadi maka kita sedang keluar jalur dari apa yang Tuhan telah sediakan dalam hidup kita. Kita perlu memahami dengan cermat pengertian atau pemahaman “berkat” dengan benar. Sebenarnya yang harus kita pahami dibalik ”diberkati untuk menjadi berkat” bukan berkatnya tetapi PERINTAH TUHAN. Dengan pemahaman, Tuhan menghendaki agar melalui berkat-Nya, kita menjadi berkat dan saluran berkat Tuhan bagi yang lain. Dengan kata lain, tujuan berkat Tuhan adalah untuk menjadi berkat bagi yang lain.
Kontemplatif
Nafas kehidupan yang hingga kini ada dalam diri Anda dan segala sesuatu yang terjadi didalam kehidupan Anda adalah berkat. Baik “suka” maupun “duka”. Anda mengalami sukacita,kesuksesan, tentram dan damai itu adalah berkat…Anda mengalami duka, kegagalan, sakit penyakit, putus cinta, dan masih banyak lagi yang lainnya itu, dimana seolah-olah Anda tidak terberkati, tapi itu semua adalah berkat, dalam artian segala yang boleh terjadi karena Tuhan mempunyai rencana yang indah untuk Anda dan itu adalah janji Tuhan.
Jangan biarkan berkat/kekayaan membuat Anda bergantung. Kekayaan/berkat seharusnya menumbuhkan rasa syukur dan membuat Anda bisa mengerjakan banyak hal yang Tuhan percayakan kepada Anda. Kita harus senantiasa menyadari bahwa kekayaan/berkat yang kita miliki merupakan anugerah Tuhan. Kekayaan/berkat yang Anda peroleh juga menjadi alat bagi Anda untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain, khususnya bagi keluarga Anda dan bagi orang-orang yang memiliki relasi dengan Anda.
Kita dipanggil dari kegelapan menuju terang-Nya yang ajaib itu karena kita akan mendapatkan berkat dan untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Sebab itu dalam segala keadaan, termasuk di saat-saat yang sulit sekalipun kita harus menjadi berkat. Itulah kehendak Tuhan.
Banyak diantara orang Kristen saat ini telah tersesat arah dan tujuannya, mengapa Tuhan telah memberkati mereka dengan kemakmuran.Mereka menganggap itu untuk kebaikan dan keuntungan mereka sendiri, tapi perspektif Tuhan sangat berbeda. Sebagai contoh, ini adalah apa yang penulis Ibrani katakan dalam Ibrani 13:16, “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.”
Anda renungkan, Tuhan memberkati kita supaya kita menjadi berkat! Ini seharusnya menjadi motivasi utama Anda untuk menginginkan berkat dan berdoa untuk berkat Tuhan dalam hidup kita. Tuhan berkata pada Abraham, “Aku akan memberkati kamu, dan kamu akan menjadi berkat.” Tuhan berkata bahwa manfaat sampingannya adalah bahwa Dia akan memberi Anda kekayaan/berkat untuk dinikmati. Tapi arus utama tujuan Tuhan dalam memberkati kita adalah agar kita dapat membantu orang lain.
Dia telah memberikan saya talenta dalam menulis dan talenta yang Tuhan beri untuk memberkati orang lain. Jadi prinsipnya sederhana, diberkati untuk menjadi berkat. Melalui Renungan yang saya tulis ini saya dapat melipat gandakan talenta yang Tuhan beri, saya dapat terus dan terus belajar agar talenta saya tidak kembali diambil olehNya.
Intinya adalah, ingatlah siapa yang memberikan kalian talenta untuk melayani. Kembalikan yang terbaik kepadaNya karena Dia juga telah memberikan yang terbaik untuk kita. Diberkati untuk menjadi berkat.
Saudara-saudara, kita dipanggil untuk menjadi berkat, dan jika kita taat melaksanakan panggilan kita itu maka Tuhan juga akan menyatakan berkat-berkatNya kepada kita yaitu dengan memberikan kepada kita hari depan yang penuh pengharapan (Yer 29:10-14).
Berkat Allah atas kehidupan para pengikut-Nya perlu sekali. Alkitab mengajarkan beberapa hal mengenai berkat Allah:
Kata "berkat" berarti:
(a) suatu karunia ilahi yang menyebabkan pekerjaan kita berhasil (Ul 28:12);
(b) kehadiran Allah bersama kita (Kej 26:3);
(c) pemberian Allah berupa kekuatan, kuasa, dan pertolongan (Ef 3:16; Kol 1:11);
(d) pekerjaan Allah di dalam dan melalui kita untuk menghasilkan kebaikan (Fili 2:13).
Di dalam Perjanjian Lama, kata-kata yang berkaitan dengan "berkat" terdapat lebih dari 400 kali. Hal pertama yang Allah lakukan dalam hubungan-Nya dengan umat manusia adalah memberkati mereka (Kej 1:28). Allah juga memelihara pekerjaan-Nya dengan memberkatinya (Yeh 34:26). Kehidupan dan sejarah umat Allah berada di bawah pemberlakuan berkat dan kutuk (Ul 11:26, dst).
Di dalam Perjanjian Baru, seluruh pekerjaan Kristus dapat disimpulkan dengan pernyataan bahwa Allah telah "mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu" (Kis 3:26). Kita melihat berkat-Nya diberikan kepada anak-anak (Mr 10:13-16) dan kepada para pengikut-Nya sementara Ia diangkat dari bumi (ayat Luk 24:50-51). Demikian juga, berkat telah memainkan peranan yang penting dalam pelayanan para rasul (Rom 15:29).
Berkat Allah itu bersyarat. Umat Allah harus memilih berkat karena ketaatan atau kutuk karena ketidaktaatan (Ul 30:15-18; Yer 17:5,7).
Bagaimanakah kita menerima berkat Tuhan? Tiga hal yang dituntut:
Kita harus senantiasa mengharapkan dari Yesus berkat-Nya atas pelayanan, pekerjaan, dan keluarga kita (Ibr 12:2).
Kita harus percaya, mengasihi, dan taat kepada-Nya (bd. Mat 5:3-11; 24:45-46; Wahy 1:3; 16:15; 22:7).
Kita harus menyingkirkan segala hal dari kehidupan kita yang akan merintangi berkat (Rom 13:12; Ef 4:22; Ibr 12:1).
"Berkat" Allah tidak boleh disamakan dengan keuntungan material perorangan atau ketiadaan penderitaan dalam kehidupan kita (lih. Ibr 11:37-39; Wahy 2:8-10).
Semua berkat yang diterima oleh siapapun, bukan berarti berkat itu datangnya dari Allah, jangan salah, si jahat juga bisa memberkati setiap orang, pada kenyataannya berkat yang datangnya dari si jahat adalah kutuk.
Kiranya melaui renungan ini, kita semua mengerti apa yang menjadi fokus dalam kita melayani Tuhan, sehingga pandangan kita bukan pada berkat Allah, tetapi usaha kita, respon kita terhadap panggilan pelayanan kita. Amin
Langganan:
Postingan (Atom)